Kali ini saya akan memberikan sedikit wawasan tentang kota
kelahiran saya yaitu Kota NGAWI dengan segenap kepintaran saya yang jauh dari
kenormalan. Ya, jauh…..jauh di bawah batas kenormalan. Terserah lah…
Banyak yang bertanya dimana sih kota Ngawi? Ada nggak di Peta? Masuk alam apa? Alam baka atau alam mbah dukun?
Oke… Oke… Sabar, saya tau kalian sudah nggak sabar. Nggak sabar
untuk menutup tab blog ini. Terserah lah…
Lokasi daerah Ngawi berada di ujung bagian paling barat dari
provinsi Jawa Timur. Kalau ibaratnya Surabaya itu kepalanya Jawa Timur, Ngawi adalah
pantatnya Jawa Timur. Jadi orang – orang yang keluar dari Ngawi itu sama dengan orang yang keluar dari pantatnya Jawa Timur. Hehehe… Kan Cuma ibaratnya saja, gitu saja
marah. Sudah, uratnya disimpan dulu. Lanjut ya…
Ngawi itu luas, saking luasnya banyak orang yang masuk ke
Ngawi nggak bias keluar lagi. Hanya orang tertentu saja atau orang asli Ngawi
yang bisa keluar, karena mereka pake cheat. Kalau nggak salah cheatnya: segitiga kotak bunder, kotak segitiga bunder,
analog puter – puter, aselole josss.
Di Ngawi nggak ada setan, setannya takut tersesat. Kemarin
ada berita yang mengatakan telah ditemukan sebungkus pocong tewas gantung diri, diduga akibat frustasi dan depresi karena tidak bisa keluar dari kota
Ngawi. Kasihan.
Ngawi punya aloon - aloon, gede. Saking gedenya, kalau
kalian muterin tuh tiga hari baru kelar. Kalau sudah kelar, paha kalian akan
jadi segede ukuran tangan…….tangannya ultraman.
Ngawi punya Mall yang buka 24 jam. Kami sering menyebutnya Indomarut.
Di Ngawi ada kebun binatang buas,……dalam bentuk tamagotchi.
Tamagotchinya ada 3 singa, 3 macan, 3 sanca dan 1 Julia peres. Itu tamaghoci
apa kompilasi penyanyi dangdut sih? -__-“
Selain itu Ngawi juga terkenal dengan penemuan situs purba
dan industri rumahan tempe kripik. Bahkan Ngawi juga punya batik, gambarnya
manusia purba. Sebenarnya ada gambar tempe kripiknya, tapi sudah habis dimakan
manusia purba.
Ngawi juga punya benteng peninggalan perang, kini tempat
tersebut menjadi favorit bagi kebanyakan photografer untuk hunting foto bersama
model mereka. Iya model,……..model iklan sabun.
Di samping aloon-aloon ada Masjid Agung, disitu disediakan
area Hotspot Free WiFi. Mungkin untuk memfasilitasi jemaat alay agar bisa
update/ngetwit “Ke masjid dulu biar ganteng / cantik”. Lah jadi bingung, itu
masjid apa ketok magic.
Kota Ngawi juga termasuk jalur transit antara Surabaya-Solo.
Ingat, Ngawi itu jalur transit, bukan wasit, bukan pangsit, apalagi wasit lagi
makan pangsit di jalur transit.
Ngawi termasuk dalam karisidenan Madiun, jadi plat nomor
kendaraannya itu AE. Buka EA, kalau EA sih Coboy Junior. Oh bidadari turun dari
surga mendarat di jamban….EA…
Berbagai macam zona pariwisata tersebar di Ngawi, dari mulai
wisata sejarah sampai wisata alamnya.
Wisata sejarah, ada wisata sejarah peninggalan perang yaitu
Benteng Pendem (Van Den Bosch), sekitar 1 KM dari aloon – aloon kota Ngawi. Lalu
wisata sejarah purba Museum Trinil di Jalan Raya Solo – Surabaya, Pedukuhan
Pilang, Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar sekitar 5 KM dari jalan raya. Dan juga
ada wisata sejarah sama mantan, di balik semua tempat wisata tersebut. Dan lain
– lain pastinya.
Kalau wisata alamnya sih juga ada banyak, ada wisata alam
air terjun, ada wisata alam pegunungan kebun teh Jamus, sampai wisata alam
kubur juga ada.
Iya, Ngawi dekat dengan akhirat. Kemarin saya naik bus Sumber-K,
kan kenceng banget tuh jalannya. Tadinya saya naik dan duduk dibelakang
sendirian. Setelah masuk Ngawi auranya berubah, tiba – tiba sebelah saya sudah
ada yang duduki.
Dan lebih nggathelinya, dia bukan orang, dia malaikat. Ini
malaikat macam apa naik bus, jangan – jangan dia juga pakai KL (Kartu Langganan). Malaikat nggak tau diri.
Ada juga tempat spiritual di Ngawi, Srigati. Konon katanya
sih angker, sirkus angkerobat. Pernah juga didatangi oleh tim “Mister Tukul
Jalan – Jalan”, dan seperti biasanya setannya dilukis. Untung itu setan sudah
beberapa abad yang lalu, jadi kelihatan serem. Coba kalau SBJ (Setan Baru Jadi),
kan alay. Ketika tau dilukis pasti posenya mata genit sambil manyun.
Jika kalian menuju arah Sragen Solo, kalian akan melewati monumen "SOERJO". Monumen yang dibangun ditempat Gubernur JATIM Soerjo (Suryo) dibunuh, patungnya dibangun dengan jari yang menunjuk kedepan. Sebelahnya ada penangkaran Rusa. Ini nggak saya plesetin, soalnya saya kalah suit sama si gubernur Suryo, dia telunjuk sedangkan saya kelingking. :(
Masih banyak wisata di kota Ngawi, tapi mungkin cukup beberapa saja penjelasan saya tentang kota
tercinta NGAWI. Di kota tersebut saya lahir dan tumbuh memahami sebagian arti
hidup. Jangan marah ya, nggak lagi PMS kan?
Harapan saya untuk pemuda Ngawi, beranjaklah dari wabah majalah.Jangan cuma ngikutin tren saja, tiap ganti tren ikutan juga. Nggak ada habisnya.Percayalah, kalian masih bisa keren tanpa ikutan tren.Daripada harus sibuk untuk berlomba menjadi siapa yang lebih keren. Bukankah lebih keren kalau kamu peka dan berkeinginan untuk mengangkat atau membesarkan nama kotamu dengan potensimu, karyamu, pengetahuanmu, dll. Kalau kamu pernah merantau ke kota besar, kamu akan merasakan apa yang aku rasakan ketika teman-temanmu menganggap tempat asalmu adalah bagian dari ketiadaan.
Salam dari saya, terimakasih… NGAWI RAMAH.
(Jika ingin lihat gambar dari beberapa wisata di atas, browsing)



