
Kala senja disebuah minimarket, seorang ibu muda, bersin.
Disaat yang sama di rumah bersalin, secara tidak sengaja terlahir ke dunia seorang manusia yang nantinya akan menjadi bahan perbincangan di masa yang akan datang.
Tsubasa Kuncoro, nama yang diberikan oleh orang tuanya setelah lama berlangganan software abal-abal Primbon Jawa. #IYKWIM
Dia tumbuh dengan baik. Diusianya yang ketiga, Tsubasa sudah bisa menggombal ala 'Bapak kamu...'.
Dilain sisi Tsubasa tetap sama seperti balita pada umunya. Tsubasa kecil senang bermain, dari mulai bermain robot-robotan hingga bermain perempuan... dalam bentuk boneka.
Suatu hari Tsubasa diberi hadiah oleh Ibunya, benda bulat, lebih besar daripada kepalanya saat itu. Benda tersebut bernama BOLA. Tsubasa sangat senang. Sejak saat itu Tsubasa hanya bermain dengan bolanya. Meninggalkan mainannya yang lain. Namun, dia tidak tahu cara memainkan bola tersebut. Sehingga Tsubasa hanya menjilatinya saja selama 7 tahun kedepan. Hingga akhirnya Tsubasa sadar caranya bermain bola itu salah. Penasaran, dia mencari tutorial di internet cara memainkan bola dengan benar. Dan yang ditemukannya adalah permainan sepak bola. Dia tercengang, terdiam, dan muntah, Tsubasa mabuk laut. Pasalnya saat itu dia sedang naik kapal menuju Tokyo dalam rangka pindah rumah karena tempat tinggalnya yang dulu telah hancur tertimpa badan Monster yang sedang berkelahi dengan Ultraman.
Karena bola, Tsubasa mempunyai mimpi, dia sering berteriak semangat.
"Dengan bola, aku ingin menjadi.... RENTENIR!".
Maaf, maksudnya pemain sepak bola.
Dan sesampainya di Tokyo, Tsubasa mencari informasi tentang klub sepak bola.
Tsubasa mempunyai ambisi, dia bergabung dengan klub bola bernama PSTS (Persatuan Sepak Bola Tokyo dan Sekitarnya). Motto Tsubasa adalah;
"BOLA SAYA ADALAH BUNDAR, KALAU TIDAK BUNDAR BUKAN BOLA SAYA. LALU BOLA SIAPA?"
Menjalani latihan yang serius selama 6 jam... lebih 9 tahun, Tsubasa berhasil menjadi pemain profesional diusianya yang ke-19. Dengan kemampuan yang luar biasa, Tsubasa yang sekarang adalah sosok yang arogan. Tsubasa menikmati karirnya diusia muda, berprestasi, namun tetap arogan. Dia hanya menikmati urusan duniawi, berfoya-foya, lalai akan urusan dengan Tuhannya, parahnya Tsubasa tidak pernah mau tiap diajak mengaji. Suatu hari Tsubasa dihadapkan disebuah pertandingan besar dengan lawan yang teramat tangguh. Pertandingan antara PSTS (Persatuan Sepak Bola Tokyo dan Sekitarnya) melawan klub yang berasal dari negara Brazil. Klub bola tersebut bernama, Brazil.
Pertandingan pun dimulai, Tubasa menggiring bola dengan lincah dan tidak ada yang berani menghalanginya. Baru 10 detik pertama, dengan kemampuan Tsubasa, dia berhasil menciptakan gol.
"GOOOAAAALLLL!!!"
Skor sementara adalah PSTS 0 : Brazil 1.
Ternyata Tsubasa salah memasukkan bolanya ke gawang sendiri.
Begitulah Tsubasa, dia arogan. Tsubasa kalau arogan suka lupa diri, lupa akal.
Lantas Tsubasa tidak mudah menyerah begitu saja, dia berhasil mencetak gol diakhir pertandingan babak pertama. Skor imbang untuk kedua kesebelasan. Dibabak kedua Tsubasa berhasil mencetak 2 gol tambahan, disaat Brazil lebih dulu meraih 5 gol tambahan. Skor mencapai 6:3. Tsubasa selaku kapten kesebelasan mulai panik, permainan yang keras, bahkan tak jarang Tsubasa diberi peringatan oleh wasit yang berujung diusirnya Tsubasa dari lapangan. Tsubasa tidak terima...
"Apa maksudmu? Kamu tidak berhak mengusir saya, saya ini Tsubasa Kuncoro!", bentak Tsubasa kepada sang wasit.
"Saya ini wasit, saya hakim disini. Sana, pergi dari lapangan!", balas sang wasit.
Tsubasa semakin murka, "Kamu tidak berhak menyuruh saya, kamu bukan pacar saya, apalagi keluarga saya!".
Jedddaaaarrrrrr...
Seketika turun hujan dengan sambaran petir yang langsung membuat semua orang disitu terdiam atas apa yang terjadi di depan mata mereka.
Tsubasa berubah menjadi batu.
Dia lagi-lagi lupa, yang jadi wasit itu Ibunya.
TAMAT
_____________________
Ini adalah salah satu cerita yang saya tulis di Instagram (@sofyanmifta) untuk gerakan #30HariBercerita dari @30haribercerita. Gerakan #30HariBercerita adalah gerakan yang mengajak semua orang untuk menulis selama 30 hari di awal tahun (Tahun 2016 ini di Instagram).