15 Sep 2013

Di Ngawi Ada.....???

Standard


Kali ini saya akan memberikan sedikit wawasan tentang kota kelahiran saya yaitu Kota NGAWI dengan segenap kepintaran saya yang jauh dari kenormalan. Ya, jauh…..jauh di bawah batas kenormalan. Terserah lah…




Banyak yang bertanya dimana sih kota Ngawi? Ada nggak di Peta? Masuk alam apa? Alam baka atau alam mbah dukun?



Oke… Oke… Sabar, saya tau kalian sudah nggak sabar. Nggak sabar untuk menutup tab blog ini. Terserah lah…



Lokasi daerah Ngawi berada di ujung bagian paling barat dari provinsi Jawa Timur. Kalau ibaratnya Surabaya itu kepalanya Jawa Timur, Ngawi adalah pantatnya Jawa Timur. Jadi orang – orang yang keluar dari Ngawi itu sama dengan orang yang keluar dari pantatnya Jawa Timur. Hehehe… Kan Cuma ibaratnya saja, gitu saja marah. Sudah, uratnya disimpan dulu. Lanjut ya…



Ngawi itu luas, saking luasnya banyak orang yang masuk ke Ngawi nggak bias keluar lagi. Hanya orang tertentu saja atau orang asli Ngawi yang bisa keluar, karena mereka pake cheat. Kalau nggak salah cheatnya:  segitiga kotak bunder, kotak segitiga bunder, analog puter – puter, aselole josss.



Di Ngawi nggak ada setan, setannya takut tersesat. Kemarin ada berita yang mengatakan telah ditemukan sebungkus pocong tewas gantung diri, diduga akibat frustasi dan depresi karena tidak bisa keluar dari kota Ngawi. Kasihan.



Ngawi punya aloon - aloon, gede. Saking gedenya, kalau kalian muterin tuh tiga hari baru kelar. Kalau sudah kelar, paha kalian akan jadi segede ukuran tangan…….tangannya ultraman.



Ngawi punya Mall yang buka 24 jam. Kami sering menyebutnya Indomarut.



Di Ngawi ada kebun binatang buas,……dalam bentuk tamagotchi. Tamagotchinya ada 3 singa, 3 macan, 3 sanca dan 1 Julia peres. Itu tamaghoci apa kompilasi penyanyi dangdut sih? -__-“


Selain itu Ngawi juga terkenal dengan penemuan situs purba dan industri rumahan tempe kripik. Bahkan Ngawi juga punya batik, gambarnya manusia purba. Sebenarnya ada gambar tempe kripiknya, tapi sudah habis dimakan manusia purba.



Ngawi juga punya benteng peninggalan perang, kini tempat tersebut menjadi favorit bagi kebanyakan photografer untuk hunting foto bersama model mereka. Iya model,……..model iklan sabun.



Di samping aloon-aloon ada Masjid Agung, disitu disediakan area Hotspot Free WiFi. Mungkin untuk memfasilitasi jemaat alay agar bisa update/ngetwit “Ke masjid dulu biar ganteng / cantik”. Lah jadi bingung, itu masjid apa ketok magic.



Kota Ngawi juga termasuk jalur transit antara Surabaya-Solo. Ingat, Ngawi itu jalur transit, bukan wasit, bukan pangsit, apalagi wasit lagi makan pangsit di jalur transit.



Ngawi termasuk dalam karisidenan Madiun, jadi plat nomor kendaraannya itu AE. Buka EA, kalau EA sih Coboy Junior. Oh bidadari turun dari surga mendarat di jamban….EA…



Berbagai macam zona pariwisata tersebar di Ngawi, dari mulai wisata sejarah sampai wisata alamnya.



Wisata sejarah, ada wisata sejarah peninggalan perang yaitu Benteng Pendem (Van Den Bosch), sekitar 1 KM dari aloon – aloon kota Ngawi. Lalu wisata sejarah purba Museum Trinil di Jalan Raya Solo – Surabaya, Pedukuhan Pilang, Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar sekitar 5 KM dari jalan raya. Dan juga ada wisata sejarah sama mantan, di balik semua tempat wisata tersebut. Dan lain – lain pastinya.



Kalau wisata alamnya sih juga ada banyak, ada wisata alam air terjun, ada wisata alam pegunungan kebun teh Jamus, sampai wisata alam kubur juga ada.

Iya, Ngawi dekat dengan akhirat. Kemarin saya naik bus Sumber-K, kan kenceng banget tuh jalannya. Tadinya saya naik dan duduk dibelakang sendirian. Setelah masuk Ngawi auranya berubah, tiba – tiba sebelah saya sudah ada yang duduki.
Dan lebih nggathelinya, dia bukan orang, dia malaikat. Ini malaikat macam apa naik bus, jangan – jangan dia juga pakai KL (Kartu Langganan). Malaikat nggak tau diri.


Ada juga tempat spiritual di Ngawi, Srigati. Konon katanya sih angker, sirkus angkerobat. Pernah juga didatangi oleh tim “Mister Tukul Jalan – Jalan”, dan seperti biasanya setannya dilukis. Untung itu setan sudah beberapa abad yang lalu, jadi kelihatan serem. Coba kalau SBJ (Setan Baru Jadi), kan alay. Ketika tau dilukis pasti posenya mata genit sambil manyun.





Jika kalian menuju arah Sragen Solo, kalian akan melewati monumen "SOERJO". Monumen yang dibangun ditempat Gubernur JATIM Soerjo (Suryo) dibunuh, patungnya dibangun dengan jari yang menunjuk kedepan. Sebelahnya ada penangkaran Rusa. Ini nggak saya plesetin, soalnya saya kalah suit sama si gubernur Suryo, dia telunjuk sedangkan saya kelingking. :(







Masih banyak wisata di kota Ngawi, tapi mungkin cukup beberapa saja penjelasan saya tentang kota tercinta NGAWI. Di kota tersebut saya lahir dan tumbuh memahami sebagian arti hidup. Jangan marah ya, nggak lagi PMS kan?

Harapan saya untuk pemuda Ngawi, beranjaklah dari wabah majalah.Jangan cuma ngikutin tren saja, tiap ganti tren ikutan juga. Nggak ada habisnya.Percayalah, kalian masih bisa keren tanpa ikutan tren.Daripada harus sibuk untuk berlomba menjadi siapa yang lebih keren. Bukankah lebih keren kalau kamu peka dan berkeinginan untuk mengangkat atau membesarkan nama kotamu dengan potensimu, karyamu, pengetahuanmu, dll. Kalau kamu pernah merantau ke kota besar, kamu akan merasakan apa yang aku rasakan ketika teman-temanmu menganggap tempat asalmu adalah bagian dari ketiadaan.

Salam dari saya, terimakasih… NGAWI RAMAH.


(Jika ingin lihat gambar dari beberapa wisata di atas, browsing)


7 Sep 2013

Mawar Serigala

Standard
Kenyataan dalam sebuah misteri.

Seni kehidupan akan hal yang tak pernah ku mengerti.

Berlari sendiri tanpa cinta kulihat gelap bumi.

Akankah ku temukan?

Senyum binar sang bidadari.

Kuat mematahkan sepi.

Kegilaanku mampu kau imbangi.

Aku ingat saat kau tertawa.

Padaku, pada alam juga langit.

Aku ingat saat kau sakit.

Karenaku, karena takdir juga mimpi.

Mawarku, maafkan aku.


18 Apr 2013

Barisan Kala Senja

Standard
Ada tawa di kananku.

Urusan kuasa, mereka jadi satu.

Ada kiri dengan sisa lumpur di kaki. 

Tanpa memihak, namun aku peduli.

Berdarah hitam pekat mengering, anak kecil merangkak menuju gerbang.

Barisan kala senja... 

Gelap dalam gemerlap cahaya.

Hujan dalam cerahnya angkasa.

Badai dalam gerimis yang menari.

Berdiri aku menatap langit.

Kepalan tangan... Siap meratakan semesta. 

17 Apr 2013

Kata-Kata Bijak Soe Hok-Gie

Standard
Soe Hok Gie, salah satu aktivis yang saya kagumi.

Kata Bijak Pendaki dari Soe Hok-Gie

Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia – manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai Tanah Air Indonesia

dapat ditumbuhkan dengan mengenal. Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itu Kami naik gunung.

Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah: Who am I? Saya telah menjawab bahwa saya adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tapi seorang yang ingin mencanangkan kebenaran. Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih besar: kebenaran.

Kumpulan Kata-Kata Bijak Soe Hok-Gie

Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.

Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau.

Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.

Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan.

Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi “manusia-manusia yang biasa”. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.

Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun.

Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi.

Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir?

Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis.

Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.

Kata Bijak Soe Hok-Gie

Bagi saya KEBENARAN biarpun bagaimana sakitnya lebih baik daripada kemunafikan. Dan kita tak usah merasa malu dengan kekurangan-kekurangan kita.

Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukkan di tempat 2 x 3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia.

To be a human is to be destroyed.

Saya tak mau jadi pohon bambu, saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin.

Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.

I’m not an idealist anymore, I’m a bitter realist.

Saya kira saya tak bisa lagi menangis karena sedih. Hanya kemarahan yang membuat saya keluar air mata.

Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.

Saya tak tahu mengapa, Saya merasa agak melankolis malam ini. Saya melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas jakarta dengan warna-warna baru. Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan. Semuanya terasa mesra tapi kosong. Seolah-olah saya merasa diri saya yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan. Perasaan sayang yang amat kuat menguasai saya. Saya ingin memberikan sesuatu rasa cinta pada manusia, pada anjing-anjing di jalanan, pada semua-muanya.

Tak ada lagi rasa benci pada siapapun. Agama apapun, ras apapun dan bangsa apapun. Dan melupakan perang dan kebencian. Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik