Ada tawa di kananku.
Urusan kuasa, mereka jadi satu.
Ada kiri dengan sisa lumpur di kaki.
Tanpa memihak, namun aku peduli.
Berdarah hitam pekat mengering, anak kecil merangkak menuju gerbang.
Barisan kala senja...
Gelap dalam gemerlap cahaya.
Hujan dalam cerahnya angkasa.
Badai dalam gerimis yang menari.
Berdiri aku menatap langit.
Kepalan tangan... Siap meratakan semesta.


0 Komentar:
Posting Komentar