Ceritanya habis packing nih, mau tamasya explore (random) kota Malang 3 hari 2 malam. Hehehe...
Nyempetin nulis dulu. Langsung aja ya....
KKN? Kuliah Kerja Nyata?
KKN? Mungkin tepatnya..............
Kuliah Kerja-annya.... Nyepik?
Kuliah Kerja-annya.... Nikung?
Kuliah Kerja-annya.... Nampang?
Berikut adalah secuil kisah pengalaman saya ketika KKN.
Pada akhir semester V tepat setelah UAS sekaligus sidang PKL serta revisi PKL (Ngebuuuttt), saya berkesempatan ikut serta sebagai peserta KKN ta 2015/2016. Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Kelompok 25 beranggotakan 29 peserta, dan kebetulan saya sendiri ketuanya. Desa kami terbilang paling terpencil, yaitu di atas gunung. Tak heran udara disana masih asri sejuk bikin betah. Dengan air desa di atas gunung pada umumnya, dinginnya bikin melek. Kami memiliki beberapa program kerja hasil dari survei yang telah kami lakukan jauh hari sebelumnya. Dan terbagi menjadi 5 divisi yaitu Pendidikan, Adminstrasi, Kesehatan, TTG, Produksi Produk Unggul (Juara 3 produk unggulan dari semua kelompok KKN yang ikut serta saat itu sekitar 40an kelompok, dengan produk kami "Selai Kulit Durian dan Keripik Biji Durian"). Udah gitu aja. Ini kan blog gua. Serah gua dong, mau apa lo? Udah makan sega belum lo? Makan sana, ntar lo luwe. Gua lanjutin juga nih...
| Piala kampus diberikan untuk pak Lurah dan Desa |
Lanjut lagi, awalnya..... ya memang dasarnya lagi jomblo ya, ekspektasi kesana juga nyambi cari jodoh. Tapi semua sirna ketika rutinitas disana menang asiknya. Dan selayaknya ketua saya selalu meluangkan kesempatan turung ke lokasi per divisi. Mungkin yang lebih ekstrim adalah ketika turun ke divisi pendidikan. Hanya ada 2 SD, 1 MI, dan 2 TK disana, kebetulan saya turun ke SD dan MI. Disana saya berbagi cerita pengetahuan tentang bela negara, kebanggaan mereka terhadap lingkungannya, minimal menanamkan rasa optimism anak - anak disana bahwa sesunggahnya anak desa dan anak kota memiliki hak yang sama, hak untuk memppunyai mimpi dan berusaha. Jika dilihat dari sudut lainnya memang jelas beda, dari fasilitas yang diterima hingga apa yang didapat. Maka dari itulah menurut saya UN harus dihapuskan. Albert Einstein pernah bilang...
"Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid."
Sulit? Sangat sulit mengatur murid. Tiap kelas saya isi, dan berusaha senyum meski rasanya pengen ngajak smekdooon tuh bocah - bocah. Hahaha. Harus pinter ngajak kondusif. Kamu calon istriku harus bisa. Semangaaaat! #tsaaaah
Awalnya saya kira akan monoton, ternyata mereka sangat aktif dalam menjawab pertanyaan dan bertingkah pastinya. Meskipun medan yang ditempuh sangat sulit, bukit dan berbatu runcing ya hamdalah bisa memetik pelajaran gimana perjuangan mereka dibanding kita yang lebih beruntung. Diluar kegiatan akademik, jika sore hari kami membuka posko belajar untuk mereka yang ingin belajar bareng. Nah disini saya pernah dapat tamparan, saat saya tanya ke salah satu anak perempuan "Kamu lulus SD pengen lanjut kemana?". Dia pun menjawab, "Insya allah, ke SMP (salah satu SMP terfavorit), kalau ada dana." Si kampret dah jawabnya bikin gesrek hati. Memang sih SMP paling dekat dengan desa tersebut adalah SMP satu atap (gabung dengan SD). Kamu, kita yang lebih beruntung seharusnya lebih bersyukur. Kurangi foya - foya, peduli sekitar bukan hanya peduli paras.
Itulah kenapa dari awal saya ingin menanamkan rasa optimism kepada mereka. Meskipun mereka masih kecil, tapi saya yakin apa yang berkengan bagi mereka akan diingat. Nggak yakin juga sih sebenarnya. Semoga bermanfaat saja. GusDur dari desa aja keren! Kalian juga bisa keren, dek.
Ada juga si kampret masih kecil belajar silat, pas ditanya ntar gede mau jadi apa eh jawabnya mau jadi maling lah, mau jadi preman lah, mau jadian lah. Wait? What? Jadian???
Oke seperti itulah cuilan kisah, entah kenapa ngalir aja tangan nulis tentang bidang pendidikan dan anak - anak doang. Bodo amat. Blog gua, makan sana! Ntar luwe.
Naaah, lawannya di luar pasti di dalam. Dalam organisasi atau sebuah kelompok pasti ada aja yang cinlok. Minimal nyepik tipis - tipis lah. Sembari saya observasi, saya menemukan hal bedebah yang terpendam. Biasanya orang yang bertipe KKN - N for Nyepik, saat si gebetan lagi kecapekan pasti selalu diperhatikan. Dan biasanya kalau si gebetan lagi pengen banget diperhatikan pasti ada aja akalnya, misal nih..... Katanya sakit nggak bisa jalan, padahal cuma cantengan. Bilangnya sakit tumor, padahal cuma bisul. Bilangnya sakit panas, pas ditanya habis ngapain eh jawabnya nggak sengaja nelen kompor. Itu sakit macam apa? Emang biskuat, semua bisa jadi macam?
Adalagi tipe KKN - N for Nikung. Banyak nih korbannya, hahahaaa....
Ya gimana ya, campuran sih dari berbagai jurusan. Biasanya orang kalau kena tipe ini nggak jauh beda sama N for Nyepik. Kalau lagi si korban marahan sama pacarnya, pasti si kampret datang dengan lagak pahlawan. "Air matamu terlalu berharga untuk menangisinya, bukankan ada hal yang lebih agung untuk ditangisi? Sang maha pencipta. Yang telah menciptakan dunia ini, tepat yang dimana akhirnya kita bisa bertemu.".
Yang satu ini adalah N for Nampang, entahlah ini yang paling kampret menurutku. #NATO
No Action, Talk Only.
Atau yang hanya mau rajin ketika banyak yang lihat. Duh. Gitu aja sih. Hahahahaaaa...
Eh sudah dulu, ntar telat bangun. Hehehe...
Maaf jika ada salah kata, dibuat ringan aja ya.
Terimakasih telah membuang waktumu dan sampai jumpaaaa....
| Happy End |


0 Komentar:
Posting Komentar