Duduk berdua denganmu.
Beralas hijaunya Savana.
Suara angin yang menerpa.
Rumput liar menari kala senja.
Meski kau 'tak sanggup bersuara.
Bukan batasan untuk kita.
Pesan yang kita terima, adalah sama.
Begitu pun rasa yang kita punya.
Percayalah.
Saat kau berusaha menepis, 'tak bisa kau teriak kencang.
Ketika tanganmu yang mengatakan.
Rasa ragumu atas dirimu.
Jika kau ragu, maka ragulah.
Semakin kau ragu, semakin kau mencari
keyakinan itu.
Percayalah.
Bahwa bedamu bukan hukuman.
Sempurna adalah ketidaksempurnaan.
Sadarku adalah dirimu.
Kau mengerti.
Aku pahami.
Bukankah itu cukup?
Cukup.
Kita sama.
Percayalah.
0 Komentar:
Posting Komentar