Rasa haus dimalam hari harus memaksaku untuk memacu motorku ke sebuah swalayan (bukan swalayan yang bermaret). Sepi.
Beranjak turun dari motor, ku buka pintu swalayan dan langsung menuju ke lemari pendingin, segera kuambil beberapa minuman di dalamnya. Saat aku berbalik dan berjalan ke arah kasir, betapa terkejutnya aku, berdiri seorang perempuan cantik yang tak lain adalah kasir dari swalayan tersebut. Rambutnya terurai panjang. Kalau dibanding dengan kasir cantik yang pernah rame di sosial media, kasir ini juaranya. Kecantikan yang natural, memang tampaknya kurang ramah. Lebih tepatnya hanya bersikap pasif, jelas terlihat dari tidak adanya senyuman yang tergaris di bibirnya. Sejak saat itu aku lebih memilih beli minuman dingin atau keperluan lain di swalayan tersebut, ya meskipun pilihannya memang lebih sedikit dibanding swalayan ternama lainnya. Aku suka berbelanja malam hari sekitar jam sebelasan, karena pikirku siang pasti ramai. Dan sering kali aku dihadapkan dengan kasir itu. Suka. Meskipun tidak ada yang berbeda dari dirinya, selalu saja tidak pernah ada garis senyuman di bibirnya. Hingga suatu hari, saat aku membeli minuman dan berjalan menuju kasir di swalayan yang sama, berdirilah sosok perempuan yang berbeda dengan wajah pucat sedih serta tatapan kosong.
"Kemana mbak kasir yang biasanya?", Tanyaku dalam hati. Oh mungkin dia sedang sakit. Dilain kesempatan, aku kesana siang hari. Kasirnya malah laki-laki. Akupun memberanikan diri bertanya ke kasir laki-laki tersebut. "Mas, kasir cewek yang jaga tengah malam kemana?", tanyaku lirih.
"Kasir? Jaga malam?", balas sang kasir.
"Kira-kira seminggu yang lalu dia masih kerja disini, rambutnya panjang dan tidak pernah tersenyum", jelasku.
Kasir baru itu pun terdiam sejenak. Kembali dia menjawab, "Maksud mas, mbak Aya? Tidak mungkin, masnya bercanda". Kasir itu tersenyum.
"Tidak mungkin bagaimana?", tanyaku bingung.
"Mas, swalayan ini hanya buka hingga jam 9 malam. Dan lagi, mbak Aya itu sudah meninggal dunia tiga bulan lalu, dia kecelakaan bersama karyawati lain yang kerja disini juga. Mereka berdua tewas di tempat."
Sontak, aku hanya terdiam. Terang saja aku terkejut, pasalnya tidak hanya sekali aku berjumpa dengan si Aya yang ternyata telah meninggal itu. Hari itu adalah hari terakhir aku berbelanja di swalayan tersebut. Entah, aku merasa kapok dan tidak ingin berbelanja disitu lagi.
_____________________
Ini adalah salah satu cerita yang saya tulis di Instagram (@sofyanmifta) untuk gerakan #30HariBercerita dari @30haribercerita. Gerakan #30HariBercerita adalah gerakan yang mengajak semua orang untuk menulis selama 30 hari di awal tahun (Tahun 2016 ini di Instagram).
Panjang cerita terbatas, karena caption pada Instagram juga terbatas.
TEMA: Crush On Random Stranger.
Panjang cerita terbatas, karena caption pada Instagram juga terbatas.
TEMA: Crush On Random Stranger.



0 Komentar:
Posting Komentar