Bukankah semua cuma soal keberuntungan?
Beruntung terlahir jadi A, jadi B, C X².
Beruntung terlahir bukan jadi kodok, jadi capung, lumut, kapur barus.
Beruntung usaha keras yang berhasil.
Beruntung pantang menyerah.
Tuh kan, semua nggak lepas dari keberuntungan.
Lantas, pantaskah kita merasa paling superior?
Kita, manusia, sama dimata-NYA.
Rumah saya di desa, tidak terlalu pelosok. Tiap saya liburan biasanya larinya ke wisata alam yang kebanyakan di pinggiran kota, jauh dari kota. Lebih desa daripada desa saya.
Sekarang bandingkan hidup kita dengan mereka yang ada di pelosok desa, hal kecil saja, kita sering main ke kota, nongkrong di taman atau aloon-aloon kota, dan lainnya.
Apalagi kamu yang tinggal di kota, atau kamu yang tak jarang bersenang-senang.
Bandingkan.
Mereka? Belum tentu sesering kita. Sepele.
Dan, bagaimana jika kamu berganti posisi dengan mereka?
_____________________
Ini adalah salah satu cerita yang saya tulis di Instagram (@sofyanmifta) untuk gerakan #30HariBercerita dari @30haribercerita. Gerakan #30HariBercerita adalah gerakan yang mengajak semua orang untuk menulis selama 30 hari di awal tahun (Tahun 2016 ini di Instagram).
Panjang cerita terbatas, karena caption pada Instagram juga terbatas.
Panjang cerita terbatas, karena caption pada Instagram juga terbatas.



0 Komentar:
Posting Komentar