14 Feb 2016

Cerita Budi

Standard
Budi bermimpi, ia dan ibunya pergi ke sebuah gedung pertunjukan. Dalam gedung tersebut mereka duduk bersebelahan di sebuah panggung. Dihadapkan dengan seorang pria berpakaian rapi di depannya serta terdapat pula sebuah layar monitor.

"Ibu, kita dimana?", tanya Budi kebingungan.
"Fokus, Budi, Fokus!", jawab ibu Budi dengan tegas.

Deng deng.. Deng deng.. Suara seperti gema lonceng terdengar berulang.

"Bagaimana, apakah anda berdua memutuskan menjawab pertanyaan ini secara langsung atau dengan bantuan yang tersisa. Gunakan telepon yang ada disamping ini untuk melakukan Phone A Friend!"

Budi tersadar, bahwa mereka sedang berada disebuah kuis. Dan pria yang dihadapan mereka adalah pembawa acara kuis tersebut.

"Budi, kita pakai bantuan terakhir. Hubungi Ani! Ini nomornya", pinta sang ibu kepada Budi.
"Ani? Ani siapa, Bu?", sambil melihat nomor yang diberikan oleh ibunya. 
"Ani istri kamu lah."

Bletaak... Suara benda jatuh membuat Budi terbangun dari mimpi singkatnya. Budi terdiam sejenak memikirkan mimpi yang dialami barusan, air matanya keluar perlahan. Dia bermimpi bersama dengan ibunya yang telah lama tiada. Dia merasa berhutang janji, mengingat semasa ibunya hidup, beliau ingin sekali dikenalkan dengan calon istri Budi. Apadaya, Budi masih saja melajang hingga hari dimana ibunya telah tiada. Ada yang menganggu dipikiran Budi. Budi masih penasaran dengan nomor telepon yang masih tersirat jelas dikepalanya. Hari belum berganti, jam masih menunjukan jam 10 malam. Iseng, seketika Budi pun menelpon nomor tersebut detik itu juga. Tapi tak bisa karena kehabisan pulsa, pagi harinya Budi membeli pulsa untuk sekali lagi menelpon nomor tersebut. Budi pun terkejut ketika nomor itu benar tersambung dan yang mengangkatnya seorang wanita. Ketika Budi memberitahu namanya, lantas Budi balik bertanya siapa nama wanita tersebut. Budi semakin tercengang ketika tau wanita tersebut bernama Ani, seumuran dengannya.
Dan Budi juga sadar, mungkin ibunya di surga meminta bantuan Tuhan untuk membuka jalan bagi anaknya. Semenjak saat itu Budi berusaha untuk mendapatkan cinta Ani. Semua karena jalan dari Tuhan melalui mimpinya bersama ibunya. Enak sekali Budi, ngacak nomor dari mimpi eh dapet kenalan. Iri.


_____________________


Ini adalah salah satu cerita yang saya tulis di Instagram (@sofyanmifta) untuk gerakan #30HariBercerita dari @30haribercerita. Gerakan #30HariBercerita adalah gerakan yang mengajak semua orang untuk menulis selama 30 hari di awal tahun (Tahun 2016 ini di Instagram). Panjang cerita terbatas, karena caption pada Instagram juga terbatas.

TEMA : Meneruskan Kalimat, "Budi bermimpi, ia dan ibunya pergi ke...........................Tapi tak bisa karena kehabisan pulsa, pagi harinya......................."


0 Komentar:

Posting Komentar