"Memories Of Norb"
"Ran, berhenti mencatat bentar. Lihat ke kamera dulu."
"Yut." Ran memotong lirih.
"Gimana kalau suatu saat nanti hari itu akan datang. Hari dimana ingatan kita lambat laun mulai melemah. Apakah memori yang kita rangkai ini akan hilang?" tanya Ran sambil meletakkan buku catatan. Menunduk, terlihat ada rasa khawatir bergejolak di hatinya.
Ran dan Yutav adalah sepasang kekasih sekaligus relawan peneliti yang berasal dari planet tersembunyi "Norb", mereka lama tinggal di Bumi. Wujud mereka seperti manusia pada umumnya.
5 tahun yang lalu Ran dan Yutav menjadi relawan, melakukan uji coba untuk tinggal di planet yang rencananya akan dijadikan persinggahan bagi rakyat Norb karena planet Norb diprediksikan akan menabrak asteroid dalam 20 tahun mendatang. Namun takdir berkata lain, prediksi tersebut terjadi sebelum genap 20 tahun. Tak sempat dievakuasi, planet Norb hancur beserta isi dan penghuninya.
Tidak ada pilihan bagi Ran dan Yutav selain untuk menetap di Bumi, tanpa sepengetahuan manusia Bumi. Mereka hidup dengan segala keterbatasan, hanya berbekal pengetahuan sebagai seorang peneliti. Pada dasarnya manusia Norb dan Bumi tidak jauh berbeda.
Hanya saja ada satu permasalahan, manusia Norb mempunyai daya ingat yang lemah untuk mengingat orang-orang yang dikenalnya. Untuk memperkuat daya ingat, manusia Norb harus imunisasi. Semacam menyuntikan serum penguat daya ingat setiap satu tahun sekali. Jika tidak, ingatan mereka akan melemah dan jika dibiarkan, ingatan mereka tentang orang disekitarnya atau yang pernah dikenalnya akan menghilang. Sialnya, meskipun mereka peneliti yang handal, serum tersebut tidak bisa dibuat di Bumi karena adanya bahan yang hanya bisa ditemukan di planet Norb.
"Yut, kita seperti menelan bom waktu. Pada akhirnya kita akan saling melupakan. Kita memang peneliti, tapi percuma. Kita hanya hidup menunggu datangnya hari itu." Ran meneteskan air mata.
"Maka, jangan sampai itu terjadi. Ran, video dan catatan yang kita buat selama ini adalah pengingat. Antara aku, kamu dan masalalu kita." saut Yutav meyakinkan.
"Lupakan bahwa kita adalah peneliti. Terpenting adalah kita saling jaga." tambah Yutav.
_____________________
Ini adalah salah satu cerita yang saya tulis di Instagram (@sofyanmifta) untuk gerakan #30HariBercerita dari @30haribercerita. Gerakan #30HariBercerita adalah gerakan yang mengajak semua orang untuk menulis selama 30 hari di awal tahun (Tahun 2016 ini di Instagram).
Panjang cerita terbatas, karena caption pada Instagram juga terbatas.
Panjang cerita terbatas, karena caption pada Instagram juga terbatas.



0 Komentar:
Posting Komentar